Perbedaan Itiqad Ahlus Sunnah Wal Jamaah dengan Firqah Lain

· 0 komentar

Perbedahan itikat Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan firqah lain.

KENABIAN

  1. Ahlus Sunnah wal Jamaah menolak adanya washi (putera mahkota Nabi) bagi Nabi Muhammad SAW oleh karenanya menolak pandangan Abdullah bin Saba' yang diakui sebagian kaum Syiah bahwa Ali adalah washi dari Nabi Muhammad, bahwa Nabi Muhammad SAW akan kembali ke dunia, bahwa kematian Ali seumpama kematian Nabi Isa yakni hanya orang yang diserupakan dan Ali diangkat, bahwa suara petir dan guruh adalah suara Saidina Ali yang marah melihat tindak tanduk Muawiyah.

KEKHALIFAHAN

Dalam masalah kekhalifahan, Ahlussunnah wal Jamaah sebagai berikut :

  1. Nabi Muhammad SAW tidak pernah memberi wasiat tentang siapa yang menjadi khalifah sepeninggal beliau. Hal ini diserahkan kepada rakyat, kepada Ahlul Halli wal Aqdi, cerdik pandai dalam negeri yang akan mengangkat Khalifah yang akan menjalankan perintah dan agama. Dan rakyat, telah mengangkat Abu Bakar sebagai khalifah pertama. Ahlus Sunnah Wal Jamaah menolak pandangan kaum Syiah bahwa ada wasiat dari Nabi Muhammad SAW untuk mengangkat Ali r.a. sebagai khalifah.
  2. Pengganti Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan pemerintahan dan agama menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah khalifah yang merupakan orang biasa yang dapat membuat kesalahan, boleh dikritik kalau membuat kesalahan dan boleh ditentang kalau menyeleweng. Ahlus Sunnah wal Jamaah menolak paham Syiah yang menyebut pengganti nabi adalah Imam yang maksum (terhindar dari dosa) dan menentangnya adalah kafir.
  3. Ahlus Sunnah wal Jamaah hanya mengakui 4 (empat) orang Khulafaur Rasyidin dengan susunan Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali dan mengakui Hasan bin Ali sebagai Khalifah ke-V, dan tidak mengakui sebagai khalifah Imam Ja'far Shadiq guru dari Imam Hanafi dan ahli tafsir Jurej dan Ayub as Sakhtiyani yang menolak pangkat Khalifah ketika Banu Hasyim mengusulkannya, oleh karenanya Ahlus Sunnah wal Jamaah menolak pandangan Syiah 12 dengan 12 imam : 1) Ali 2) Hasan bin Ali 3) Husein bin Ali 4) Ali Zainal Abidin bin Husein 5) Mohd. AL Baqir bin Ali Zainal Abidin 6) Ja'far Shadiq bin Mohd. Al Baqir 7) Musa al Kazhim bin Ja'far Shadiq 8) Ali Redha bin Musa al Kazhim 9) Muhammad al Jawwad bin Ali Redha 10) Ali bin Muhammad 11) Hasan bin Ali bin Muhammad al Askari 12) Muhammad bin Hasan al Mahdi
  4. Menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang menggugurkan pangkat khalifah adalah tahajur (berbuat maksiat di muka umum, menganjurkan rakyat mengikutinya), oleh karenanya menolak pandangan Khawarij yang menganggap gugur akhir kekhalifahan Usman (karena menurut mereka Usman menyeleweng) dan Ali (karena menerima tahkim).
  5. Ahluss Sunnah wal Jamaah juga menolak pandangan Syiah Ismailiyah tentang tujuh imam : 1) Ali 2) Hasan bin Ali 3) Husein bin Ali 4) Ali Zainal Abidin bin Husein 5) Mohd. Al Baqir bin Ali Zainal Abidin 6) Ja'far Shadiq bin Mohd. Al Baqir 7) Ismail bin Ja'far.
  6. Ahlus Sunnah wal Jamaah hanya mengakui Nabi Isa yang diangkat oleh Allah SWT menolak itikad Syiah tentang Imam Mahdi yang dikabarkan juga lenyap dari dunia diangkat oleh Allah SWT akan lahir kedunia menegakkan keadilan dan kebenaran dan menghukum sekalian orang yang menolak paham Syiah.Ahlus Sunnah wal Jamaah sepakat hadits Tarmizi dan Abu Daud yang menerangkan Imam Mahdi adalah dhaif karena ada perawinya Ashim yang sangat pelupa dalam hafalannya.
  7. Ahlus Sunnah wal Jamaah mengakui adanya 10 sahabat yang dijamin masuk surga : Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Thalhah bin Ubaidillah, Zuber bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqas, Said bin Zaid, Abdurrahman bin Auf dan Ubaidah bin Jarrah karenanya menentang keras pengkafiran Saidina Abu Bakar r.a., Saidina Umar r.a. dan Saidina Usman r.a. oleh sebagian kaum Syiah yang menuduh mereka merampok wasiat Nabi Muhammad SAQ, menolak pandangan Khawarij yang mengkafirkan Thalhah dan Zuber yang menggerakkan perang Jamal, mengkafirkan Saidina Ali karena menerima tahkim, mengkafirkan Abu Musa al Asy’ari dan Amru bin Ash karena merupakan ketua delegasi tahkim.
  8. Ahlus Sunnah wal Jamaah mengakui setiap orang memiliki ruh sendiri dan menentang pendapat sebagian syiah bahwa ruh Imam Ali turun temurun hingga ke Imam keduabelas.
  9. Ahlus Sunnah wal Jamaah beritiqad bahwa mati sesudah hidup hanya satu kali, karenanya menolak pandangan raj’ah dari syiah yang beritiqad bahwa Imam-Imam Syiah akan hidup kembali untuk menghukum Abu Bakar, Umar, Usman, Muawiyah dan Yazid bin Muawiyah dan lain-lain dengan cara menyalib mereka, setelah hukuman diberikan maka Imam-imam tersebut mati kembali.
  10. Ahlus Sunnah wal Jamaah sangat berhati-hati menuduh orang kafir oleh karenanya Ahlus Sunnah wal Jamaah menentang pengkafiran orang-orang yang tidak mau mengikuti paham Khawarij seperti yang dilakukan Amirul Mukminin Khawarij Nafi’ bin Azraq.

AHLUL BAIT

Ahlus Sunnah wal Jamaah berpendapat bahwa yang dinamakan ahlul bait adalah keluarga Nabi termasuk di antaranya isteri-isteri beliau seperti Siti Aisyah, menentang paham Syiah yang menganggap ahlul bait hanya Siti Fatimah, suami beliau Ali bin Abi Thalib, cucunya Hasan dan Husein dan keturunannya, menolak pandangan Khawarij yang mengkafirkan Ummul Mukminin Siti Aisyah yang menggerakkan Perang Jamal.

AL QUR'AN DAN HADITS

KEIMANAN

  1. Menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah ada tiga tanda munafiq, berbohong bila berkata, berdusta bila berjanji dan berkhianat apabila dipercaya.Menurut ahlus sunnah wal Jamaah,apabila melihat kemungkaran ubahlahdengan tangan, kalau tidak kuasa ubahlah dengan lisan dan kalau tidak kuasa ubahlah dalam hati yakni tenang dan diam saja tetapi di dalam hati dimungkiri, tidak diterima.  Ahlussunnah wal Jama’ah menolak paham taqiyah (menyembunyikan paham) seperti yang dianut Syiah karena tergolong berbohong.
  2. Menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah, rukun iman itu hanya dua membenarkan dalam hati dan mengikrarkan dengan lisan. Mengerjakan amal ibadat adalah kesempurnaan iman. Seseorang yang tidak mengerjakan ibadat asalkan tidak mengitiqadkan bahwa sembahyang itu tidak wajib, mencuri itu tidak berdosa dan sebagainya tetaplah seorang muslim dan mukmin, hanya tidak sempurna imannya oleh karenanya Ahlus Sunnah wal Jama’ah menolak pandangan khawarij yang mengkafirkan orang yang tidak beribadat atau berbuat dosa.

HUKUM

  1. Ahlus Sunnah wal Jamaah menerima Qiyas sebagai salah satu sumber hukum seperti dibenarkan Al Hasyr :2, dan menolak pandangan kaum Syiah yang menolak Qiyas dan hanya menerima perkataan Imam-imamnya saja. 
  2. Menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah, nikah muth’ah termasuk zina, sementara syiah membenarkannya.
  3. Menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah, talak tiga sekaligus terhitung talak tiga, sementara menurut Syiah Imamiyah dan Ibnul Qayim al Jazuli masih terhitung satu.

Budaya

Ghobro

Sejarah

Facebook

Ghobro Chakay

Buat Lencana Anda

Twitter

About Me

My photo

Ghobro, Indra Hasbi Peranap Indragiri Riau. Lahir di Pauhranap
Indonesia. Memiliki dua orang putera: Hafiz dan Azzam. Kunjungi blog saya.

Site Sponsors

Comments