Bendungan Air Terlalu Penuh Pasti Airnya Meluap

Thursday, April 28, 2016 ·

Cun Ciu Cho Coan atau Cun Ciu Ngo Pa adalah cerita Tiongkok yang mengandung banyak intrik dan nasihat. Karenanya, cerita ini sangat digemari.

Pada bagian awal diceritakan aib yang dibuat oleh Raja Cee.

Raja Cee melakukan perbuatan tidak senonoh yakni melakukan perselingkuhan setiap bertemu adik kandungnya. Pao Siok Gee yang memergokinya menasihati raja, tetapi tidak dihiraukan.

Lewat muridnya yang putra Raja Cee, Pao Siok Gee, tetap berusaha menasihati raja.

”Kekejian Maha-Raja sudah tersiar, sehingga rakyat tidak senang,” kata Pao Siok Gee. ”Jika Kong-cu (Pangeran) tidak mencegahnya, aib itu akan bertambah besar! Tetapi jika baginda mau mengubah sikap, keburukan itu bisa agak reda. Tetapi jika usahamu gagal selanjutnya bahaya akan mengancam kita. Seumpama sebuah bendungan air, jika terlalu penuh isinya, pasti airnya meluap. Kemudian menjadi air bah! Maka itu Kong-cu harus memperingatkan Ayahmu.”

Mendengar keterangan gurunya Siao Pek kaget, dia tidak menyangka ayahnya main serong dengan bibinya. Sesudah berpikir sejenak Siao Pek berjanji akan menasihati ayahnya. Dia berjanji akan berusaha sampai ayahnya itu insyaf.

Suatu saat dia masuk ke istana ayahnya. Dia langsung menemui ayahnya. Sesudah memberi hormat, dengan muka manis Siao Pek berkata, ”Ayah, aku harap Ayah tidak marah, karena aku punya sedikit kata-kata yang hendak disampaikan pada Ayahanda. Sekali lagi mohon Ayahanda tidak marah.”

”Katakan, soal apa itu?” kata Raja Cee.

”Seperti khabar yang tersiar di luaran, hamba mendengar gosip tentang kematian Raja Louw. Hamba dengar tuduhan buruk ditujukan kepada Ayahanda. Orang membuat cerita burung tentang Ayahanda. Terutama mengenai pergaulan Ayah dengan kaum lelaki dan perempuan. Hamba dengar orang mencurigai dan menuduh yang bukan-bukan pada Ayah. Hamba rasa lebih baik Ayah membatalkan niat akan pergi ke tanah Ko.” kata Siao Pek.

”Apa kau bilang? Anak kurang ajar!” sentak Cee Siang Kong marah. ”Kau satu anak kecil, mengapa kau berani banyak omong di depanku? Ayo, lekas pergi dari sini.

Sehabis mengucapkan kata-kata kasar itu, Raja Cee mengangkat kakinya dan menendang. Dengan sigap Siao Pek mengelak hingga luput dari tendangan ayahnya. Siao Pek buru-buru berlari keluar, terus kabur meninggalkan istana. Kejadian itu buru-buru dia sampaikan kepada Pao Siok Gee.

”Aku rasa orang keji pasti akan mendapat balasan yang setimpal juga,” kata Pao Siok Gee..

”Aku bersedia pergi bersamamu, Pangeran.”

”Pergi ke mana?” tanya Siao Pek bingung.

”Mari kita pergi ke negeri orang. Sementara di sana kita tunggu saat yang baik bagimu, Pangeran!” kata Pao Siok Gee.

”Baik, aku setuju Su-hu. Tetapi pergi ke negeri apa?” tanya Siao Pek.

”Kegembiraan dan bencana di negeri besar tidak menentu, alangkah baiknya jika kita pergi saja ke negeri Ki. Di negeri Ki yang kecil dan letaknya sangat dekat dengan negeri Cee ini.” kata Pao Siok Gee. ”Karena kecilnya negeri Ki, maka negeri itu tidak menarik perhatian. Aku yakin di sana tidak akan ada yang menghina kita. Sedang jaraknya yang dekat dengan negeri Cee, akan memudahkan jika kita akan pulang kampung.”

”Ya, baiklah, aku setuju,” kata Siao Pek.

Begitulah diam-diam mereka meninggalkan negeri Cee. Ketika mendapat laporan Raja Cee Siang Kong tidak memusingkan kepergian putera dan menterinya itu.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hikmah dari Cun Ciu Cho Coan.

0 komentar:

Budaya

Ghobro

Sejarah

Facebook

Ghobro Chakay

Buat Lencana Anda

Twitter

About Me

My photo

Ghobro, Indra Hasbi Peranap Indragiri Riau. Lahir di Pauhranap
Indonesia. Memiliki dua orang putera: Hafiz dan Azzam. Kunjungi blog saya.

Site Sponsors

Comments